Yang dimaksud konsumen yaitu orang yang memakai atau menggunakan barang/jasa yang tersedia dalam masyarakat baik bagi kepentingan sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuannya untuk menjual kembali, maka dia disebut sebagai pengecer atau distributor.
Sedangkan Perilaku Konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Perilaku Konsumen secara umum dibagi menjadi 2 yaitu Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional dan Irrasional.
Berikut ini beberapa ciri-ciri dari Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional:
1. Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan
2. Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal bagi konsumen
3. Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin
4. Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen
Beberapa ciri-ciri Perilaku Konsumen yang bersifat Irrasional:
1. Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak maupun elektronik
2. Konsumen memiliki barang-barang bermerk atau branded yang sudah dikenal luas
3. Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise
Dari ciri-ciri diatas, sangat mudah membedakan yang mana konsumen yang Rasional dan Irrasional. Perempuan kebanyakan termasuk dari konsumen Irrasional. Nah, termasuk yang manakah Anda?
Source: http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumen
Sabtu, 06 Oktober 2012
Sabtu, 29 September 2012
TUGAS SOFTSKILL - PERILAKU KONSUMEN
SEGMENTASI PASAR & ANALISIS DEMOGRAFI
Definisi Segmentasi Pasar Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen. Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995) mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli. Di lain pihak Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasar sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa. Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.
Manfaat dan Kelemahan Segmentasi Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:
1. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
2. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
3. Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
4. Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.
Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa. Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.
Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Segmentasi Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau pelayanan yang berbeda. Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor yang terlebih dahulu perlu dicermati. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Variabel-Variabel Segmentasi Sebagaimana diketahui bahwa konsumen memiliki berbagai dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Penggunaan dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabel-variabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan oleh sebab ituperlu dipelajari.
Dalam hubungan ini Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut:
1.Segmentasi Geografi Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.
2. Segmentasi Demografi Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan, misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.
3. Segmentasi Psikografi Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:
a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
4. Segmentasi Tingkah Laku Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.
Segmentasi perilaku dapat diukur menggunakan indikator sebagai berikut (Armstrong, 1997):
1. Manfaat yang dicari Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah mengelompokkan pembeli menurut manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam kelas produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat dan merek utama yang mempunyai setiap manfaat. Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya serta merek utama yang bersaing. Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan manfaat tersebut.
2. Status Pengguna Pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda.
3. Tingkat Pemakaian Pasar dapat juga disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat sering kali hanya persentase kecil dari seluruh pasar, tetapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, sebagian pengguna ringan dan sebagian lagi pengguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.
4. Status Loyalitas Sebuah pasar dapat juga disegmentasikan berdasarkan loyalitas konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka. Beberapa konsumen benar-benar loyal, mereka selalu membeli satu macam merek. Kelompok lain agak loyal,mereka loyal pada dua merek atau lebih dari satu produk atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli merek lain. Pembeli lain tidak menunjukkan loyalitas pada merek apapun. Mereka mungkin ingin sesuatu yang baru setiap kali atau mereka membeli apapun yang diobral.
Contoh konkret dari Segmentasi Pasar (dalam hal ini berkaitan dengan segmentasi pasar berdasarkan Demografi) yaitu di daerah pantai banyak dijual kaus oblong, perlengkapan renang seperti ban misalnya, dsb. Dan di daerah perkotaan banyak terdapat mal, dimana barang-barang yang ditawarkan disesuaikan dengan kondisi konsumen-konsumen perkotaan.
Source: http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/segmentasi-pasar-definisi-manfaat-dan.html
Definisi Segmentasi Pasar Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen. Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995) mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli. Di lain pihak Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasar sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa. Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.
Manfaat dan Kelemahan Segmentasi Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:
1. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
2. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
3. Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
4. Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.
Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa. Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.
Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Segmentasi Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau pelayanan yang berbeda. Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor yang terlebih dahulu perlu dicermati. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Variabel-Variabel Segmentasi Sebagaimana diketahui bahwa konsumen memiliki berbagai dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Penggunaan dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabel-variabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan oleh sebab ituperlu dipelajari.
Dalam hubungan ini Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut:
1.Segmentasi Geografi Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.
2. Segmentasi Demografi Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan, misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.
3. Segmentasi Psikografi Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:
a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
4. Segmentasi Tingkah Laku Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.
Segmentasi perilaku dapat diukur menggunakan indikator sebagai berikut (Armstrong, 1997):
1. Manfaat yang dicari Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah mengelompokkan pembeli menurut manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam kelas produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat dan merek utama yang mempunyai setiap manfaat. Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya serta merek utama yang bersaing. Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan manfaat tersebut.
2. Status Pengguna Pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda.
3. Tingkat Pemakaian Pasar dapat juga disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat sering kali hanya persentase kecil dari seluruh pasar, tetapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, sebagian pengguna ringan dan sebagian lagi pengguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.
4. Status Loyalitas Sebuah pasar dapat juga disegmentasikan berdasarkan loyalitas konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka. Beberapa konsumen benar-benar loyal, mereka selalu membeli satu macam merek. Kelompok lain agak loyal,mereka loyal pada dua merek atau lebih dari satu produk atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli merek lain. Pembeli lain tidak menunjukkan loyalitas pada merek apapun. Mereka mungkin ingin sesuatu yang baru setiap kali atau mereka membeli apapun yang diobral.
Contoh konkret dari Segmentasi Pasar (dalam hal ini berkaitan dengan segmentasi pasar berdasarkan Demografi) yaitu di daerah pantai banyak dijual kaus oblong, perlengkapan renang seperti ban misalnya, dsb. Dan di daerah perkotaan banyak terdapat mal, dimana barang-barang yang ditawarkan disesuaikan dengan kondisi konsumen-konsumen perkotaan.
Source: http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/segmentasi-pasar-definisi-manfaat-dan.html
SOFTSKILL - PERILAKU KONSUMEN
SEGMENTASI PASAR & ANALISIS DEMOGRAFI
Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.
Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995) mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.
Di lain pihak Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasarsebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.
Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.
Manfaat dan Kelemahan Segmentasi
Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:
1. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
2. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
3. Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
4. Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.
Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.
Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Segmentasi
Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau pelayanan yang berbeda.
Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor yang terlebih dahulu perlu dicermati. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:
A. Variabel-Variabel Segmentasi
Sebagaimana diketahui bahwa konsumen memiliki berbagai dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Penggunaan dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabel-variabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan oleh sebab ituperlu dipelajari.
Dalam hubungan ini Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut:
1.Segmentasi Geografi
Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.
2. Segmentasi Demografi
Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan
misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.
3. Segmentasi Psikografi
Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:
a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
4. Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.
Segmentasi perilaku dapat diukur menggunakan indikator sebagai berikut (Armstrong, 1997):
1. Manfaat yang dicari
Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah mengelompokkan pembeli menurut manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam kelas produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat dan merek utama yang mempunyai setiap manfaat. Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya serta merek utama yang bersaing. Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan manfaat tersebut.
2. Status Pengguna
Pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda.
3. Tingkat Pemakaian
Pasar dapat juga disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat sering kali hanya persentase kecil dari seluruh pasar, tetapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, sebagian pengguna ringan dan sebagian lagi pengguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.
4. Status Loyalitas
Sebuah pasar dapat juga disegmentasikan berdasarkan loyalitas konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka. Beberapa konsumen benar-benar loyal, mereka selalu membeli satu macam merek. Kelompok lain agak loyal,mereka loyal pada dua merek atau lebih dari satu produk atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli merek lain. Pembeli lain tidak menunjukkan loyalitas pada merek apapun. Mereka mungkin ingin sesuatu yang baru setiap kali atau mereka membeli apapun yang diobral.
Contoh konkret dari Segmentasi Pasar (dalam hal ini berkaitan dengan segmentasi pasar berdasarkan Demografi) yaitu di daerah pantai banyak dijual kaus oblong, perlengkapan renang seperti ban misalnya, dsb. Dan di daerah perkotaan banyak terdapat mal, dimana barang-barang yang ditawarkan disesuaikan dengan kondisi konsumen-konsumen perkotaan.
Source:
Selasa, 12 Juni 2012
TUGAS SOFTSKILL (KEWARGANEGARAAN): INDONESIA
1. Jelaskan perbatasan wilayah darat dan laut Indonesia dengan negara tetangga!
• Sebelah Utara, Indonesia berbatasan dengan Malaysia (berbatasan langsung), Singapura, Samudera Pasifik dan Laut Cina Selatan (keduanya berbatasan langsung)
• Sebelah Selatan, Indonesia berbatasan dengan Samudera Hindia/Samudera Indonesia (berbatasan langsung). Dan berbatasan dengan Australia walaupun tidak berbatasan langsung dan tidak begitu dekat.
• Sebelah Barat, Indonesia berbatasan dengan Samudera Hindia/Samudera Indonesia
• Sebelah Timur, Indonesia berbatasan langsung dengan Papua Nugini
Indonesia pada umumnya, berada diantara dua benua (Asia dan Australia) dan diantara dua Samudera (Samudera Hindia & Samudera Pasifik). Indonesia juga berada dalam Cincin Api Pasifik yaitu merupakan salah satu wilayah yang memiliki banyak gunung berapi yang menyebabkan letusan gunung berapi dan seringkali terjadi bencana gempa bumi, yang mengelilingi Samudera Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik (http://id.wikipedia.org/wiki/Cincin_Api_Pasifik).
(Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik)
2. Sebutkan pulau-pulau terluar dan berbatasan langsung dengan negara tetangga yang ada di Indonesia!
• Kepulauan Natuna (Kalimantan) merupakan pulau terluar dan berbatasan dengan negara Malaysia wilayah dekat Kalimantan
• Kepulauan Batam dan Bintan (Provinsi Kepulauan Riau) merupakan pulau terluar dan berbatasan dengan negara Singapura
• Kepulauan Sangir dan Talaud (Sulawesi Utara) merupakan pulau terluar dan berbatasan dengan negara Filipina
• Pulau Timor (Nusa Tenggara Timur) merupakan pulau terluar dan berbatasan langsung dengan negara Timor Leste
3. Sebutkan provinsi-provinsi di Indonesia!
PULAU SUMATERA
1 Provinsi Nangroe Aceh Darussalam
2 Provinsi Sumatera Utara
3 Provinsi Sumatera Barat
4 Provinsi Riau
5 Provinsi Kepulauan Riau
6 Provinsi Jambi
7 Provinsi Sumatera Selatan
8 Provinsi Bangka Belitung
9 Provinsi Bengkulu
10 Provinsi Lampung
PULAU JAWA
11 Provinsi DKI Jakarta
12 Provinsi Jawa Barat
13 Provinsi Banten
14 Provinsi Jawa Tengah
15 Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
16 Provinsi Jawa Timur
PULAU NUSA TENGGARA DAN BALI
17 Provinsi Bali
18 Provinsi Nusa Tenggara Barat
19 Provinsi Nusa Tenggara Timur
PULAU KALIMANTAN
20 Provinsi Kalimantan Barat
21 Provinsi Kalimantan Tengah
22 Provinsi Kalimantan Selatan
23 Provinsi Kalimantan Timur
PULAU SULAWESI
24 Provinsi Sulawesi Utara
25 Provinsi Sulawesi Barat
26 Provinsi Sulawesi Tengah
27 Provinsi Sulawesi Tenggara
28 Provinsi Sulawesi Selatan
29 Provinsi Gorontalo
KEPULAUAN MALUKU DAN PAPUA
30 Provinsi Maluku
31 Provinsi Maluku Utara
32 Provinsi Papua Barat
33 Provinsi Papua
(Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik)
2. Sebutkan pulau-pulau terluar dan berbatasan langsung dengan negara tetangga yang ada di Indonesia!
• Kepulauan Natuna (Kalimantan) merupakan pulau terluar dan berbatasan dengan negara Malaysia wilayah dekat Kalimantan
• Kepulauan Batam dan Bintan (Provinsi Kepulauan Riau) merupakan pulau terluar dan berbatasan dengan negara Singapura
• Kepulauan Sangir dan Talaud (Sulawesi Utara) merupakan pulau terluar dan berbatasan dengan negara Filipina
• Pulau Timor (Nusa Tenggara Timur) merupakan pulau terluar dan berbatasan langsung dengan negara Timor Leste
3. Sebutkan provinsi-provinsi di Indonesia!
PULAU SUMATERA
1 Provinsi Nangroe Aceh Darussalam
2 Provinsi Sumatera Utara
3 Provinsi Sumatera Barat
4 Provinsi Riau
5 Provinsi Kepulauan Riau
6 Provinsi Jambi
7 Provinsi Sumatera Selatan
8 Provinsi Bangka Belitung
9 Provinsi Bengkulu
10 Provinsi Lampung
PULAU JAWA
11 Provinsi DKI Jakarta
12 Provinsi Jawa Barat
13 Provinsi Banten
14 Provinsi Jawa Tengah
15 Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
16 Provinsi Jawa Timur
PULAU NUSA TENGGARA DAN BALI
17 Provinsi Bali
18 Provinsi Nusa Tenggara Barat
19 Provinsi Nusa Tenggara Timur
PULAU KALIMANTAN
20 Provinsi Kalimantan Barat
21 Provinsi Kalimantan Tengah
22 Provinsi Kalimantan Selatan
23 Provinsi Kalimantan Timur
PULAU SULAWESI
24 Provinsi Sulawesi Utara
25 Provinsi Sulawesi Barat
26 Provinsi Sulawesi Tengah
27 Provinsi Sulawesi Tenggara
28 Provinsi Sulawesi Selatan
29 Provinsi Gorontalo
KEPULAUAN MALUKU DAN PAPUA
30 Provinsi Maluku
31 Provinsi Maluku Utara
32 Provinsi Papua Barat
33 Provinsi Papua
Selasa, 10 April 2012
Tentang Demo Kenaikan BBM
Isu mengenai kenaikan BBM yang muncul pada sekitar awal 2012 lalu itu kemudian memunculkan sebuah aksi demo yang sesungguhnya sudah biasa di Indonesia. Di negeri ini, masyarakat terkadang sangat sensitif terhadap isu-isu yang menyeruak. Misalnya beberapa tahun lalu ada isu bahwa FPI (Front Pembela Islam) -yang notabene terkadang berperilaku anarkis dalam menyampaikan aspirasinya- mengumumkan fatwa haram untuk merokok. Kontan saja, masyarakat merasa fatwa tersbut tidak pantas untuk diwujudkan. Pasalnya preusahaan rokok sendiri sudah menjadi major di Indonesia. Apabila kemudian diharamkan, bagaimana dengan para pekerja di perusahaan rokok tersebut yang jumlahnya (mungkin) mencapai puluhan ribu orang?
Kembali ke masalah demo kenaikan BBM, jadi dengan 200 juta lebih penduduk di Indonesia dengan segala tingkah-laku dan adat-istiadat-nya, isu kenaikan BBM tersebut menggerakkan rakyat untuk melakukan protes dan berusaha mencegah pemerintah agar membatalkan niatan menaikkan harga BBM yang direncanakan akan mulai naik menjadi Rp 6000/liter sebelumnya Rp 4500/liter pada 1 April 2012 lalu. Mahasiswa adalah yang paling dominan dalam demo ini.
Puncaknya pada hari Jum'at 30/03/2012, alih-alih menyampaikan aspirasi dan membela rakyat banyak, demo yang digerakkan dan didominasi oleh mahasiswa ini malah menimbulkan demo anarkis dan merusak fasilitas umum dan bahkan sempat ditakutkan akan menjadi seperti peristiwa Mei 1998 dimana rakyat jugalah yang dirugikan. Demo menolak kenaikan BBM ini terjadi dibeberapa wilayah di Indonesia. Tetapi yang paling disorot tentu di ibukota, tepatnya di Gedung DPR/MPR.
Yang kemudian saya sorot disini adalah, mahasiswa sebagai yang berpendidikan tinggi dan hendak menyampaikan 'aspirasi' lewat sebuah demokrasi serta bertujuan untuk membela rakyat banyak, malah berperilaku anarkis dan tidak karuan merusak fasilitas umum yang pendanaannya juga berasal dari rakyat (melalui pembayaran pajak tentunya). Sampai-sampai ada wartawan dan polisi yang terkena air keras diwajahnya entah siapa pelakunya. Polisi yang berjaga-jaga diluar yang terkena sasaran massa, sedangkan para wakil rakyat yang notabene memunculkan ide untuk menaikkan harga BBM tersebut terlindungi dibalik gedung yang isunya juga akan dimegahkan itu. Diposisi seperti ini, kemudian muncullah HAM (Hak Asasi Manusia).
HAM adalah hak-hak dasar yang telah dipunyai seseorang semata-mata karena akibat dari kualitas yang disandangnya selaku manusia dengan tanpa adanya pengecualian. Selain itu, HAM bersifat universal yang artinya penerapannya tidak mengenali batasan-batasan, entah itu bersifat kewarganegaraan, kewilayahan atau yang lainnya. Singkatnya, selama ia dipandang memiliki kualitas sebagai manusia dianggap memiliki HAM. (id.wikipedia)
Di Indonesia, kasus permasalahan HAM yang populer dan sampai detik ini belum tuntas yaitu kasus Munir. Lalu apa kaitan HAM dengan demo kenaikan BBM? Berdasarkan pengertian diatas, jelas sekali kalau kasus demo kenaikan BBM Maret 2012 ini dengan aksi anarkisnya, melanggar HAM yaitu berupa merusak fasilitas umum dan bersifat anarkis yang merugikan rakyat banyak. Kelakuan para demonstran seperti mencoret-coret tembok, merusak pagar, merusak pos Polisi, merupakan pelanggaran HAM dimana merusak fasilitas rakyat banyak yang mempunyai hak untuk menikmati fasilitas tersebut, apalagi mereka membayar pajak untuk kebutuhan fasilitas umum tersebut. Disisi demonstran, mereka juga berhak untuk menyampaikan aspirasinya salah satunya melalui demo, apalagi negara ini merupakan negara demokrasi yang menghalalkan demo sebagai salah satu fasilitasnya. Namun, dengan tindakan yang merusak dan anarkis itu sama sekali tidak dibenarkan dan malah menimbulkan kerusakan dan kerusuhan. Sebagai manusia yang dibekali akal dan pikiran hendaknya kita sebagai warga negara mengikuti dan mematuhi semua aturan untuk menjadi baik. Karena kebaikan datang dari sendiri, nantinya akan menjamur ke orang banyak. Seperti apa kata pepatah "Apa yang kamu tabur, itulah yang kamu tuai." Sukses selalu untuk kita semua dan Indonesia.
Kembali ke masalah demo kenaikan BBM, jadi dengan 200 juta lebih penduduk di Indonesia dengan segala tingkah-laku dan adat-istiadat-nya, isu kenaikan BBM tersebut menggerakkan rakyat untuk melakukan protes dan berusaha mencegah pemerintah agar membatalkan niatan menaikkan harga BBM yang direncanakan akan mulai naik menjadi Rp 6000/liter sebelumnya Rp 4500/liter pada 1 April 2012 lalu. Mahasiswa adalah yang paling dominan dalam demo ini.
Puncaknya pada hari Jum'at 30/03/2012, alih-alih menyampaikan aspirasi dan membela rakyat banyak, demo yang digerakkan dan didominasi oleh mahasiswa ini malah menimbulkan demo anarkis dan merusak fasilitas umum dan bahkan sempat ditakutkan akan menjadi seperti peristiwa Mei 1998 dimana rakyat jugalah yang dirugikan. Demo menolak kenaikan BBM ini terjadi dibeberapa wilayah di Indonesia. Tetapi yang paling disorot tentu di ibukota, tepatnya di Gedung DPR/MPR.
Yang kemudian saya sorot disini adalah, mahasiswa sebagai yang berpendidikan tinggi dan hendak menyampaikan 'aspirasi' lewat sebuah demokrasi serta bertujuan untuk membela rakyat banyak, malah berperilaku anarkis dan tidak karuan merusak fasilitas umum yang pendanaannya juga berasal dari rakyat (melalui pembayaran pajak tentunya). Sampai-sampai ada wartawan dan polisi yang terkena air keras diwajahnya entah siapa pelakunya. Polisi yang berjaga-jaga diluar yang terkena sasaran massa, sedangkan para wakil rakyat yang notabene memunculkan ide untuk menaikkan harga BBM tersebut terlindungi dibalik gedung yang isunya juga akan dimegahkan itu. Diposisi seperti ini, kemudian muncullah HAM (Hak Asasi Manusia).
HAM adalah hak-hak dasar yang telah dipunyai seseorang semata-mata karena akibat dari kualitas yang disandangnya selaku manusia dengan tanpa adanya pengecualian. Selain itu, HAM bersifat universal yang artinya penerapannya tidak mengenali batasan-batasan, entah itu bersifat kewarganegaraan, kewilayahan atau yang lainnya. Singkatnya, selama ia dipandang memiliki kualitas sebagai manusia dianggap memiliki HAM. (id.wikipedia)
Di Indonesia, kasus permasalahan HAM yang populer dan sampai detik ini belum tuntas yaitu kasus Munir. Lalu apa kaitan HAM dengan demo kenaikan BBM? Berdasarkan pengertian diatas, jelas sekali kalau kasus demo kenaikan BBM Maret 2012 ini dengan aksi anarkisnya, melanggar HAM yaitu berupa merusak fasilitas umum dan bersifat anarkis yang merugikan rakyat banyak. Kelakuan para demonstran seperti mencoret-coret tembok, merusak pagar, merusak pos Polisi, merupakan pelanggaran HAM dimana merusak fasilitas rakyat banyak yang mempunyai hak untuk menikmati fasilitas tersebut, apalagi mereka membayar pajak untuk kebutuhan fasilitas umum tersebut. Disisi demonstran, mereka juga berhak untuk menyampaikan aspirasinya salah satunya melalui demo, apalagi negara ini merupakan negara demokrasi yang menghalalkan demo sebagai salah satu fasilitasnya. Namun, dengan tindakan yang merusak dan anarkis itu sama sekali tidak dibenarkan dan malah menimbulkan kerusakan dan kerusuhan. Sebagai manusia yang dibekali akal dan pikiran hendaknya kita sebagai warga negara mengikuti dan mematuhi semua aturan untuk menjadi baik. Karena kebaikan datang dari sendiri, nantinya akan menjamur ke orang banyak. Seperti apa kata pepatah "Apa yang kamu tabur, itulah yang kamu tuai." Sukses selalu untuk kita semua dan Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)

