Sabtu, 10 November 2012

TUGAS SOFTSKILL : Evaluasi Alternatif Sebelum Pembelian

Evaluasi Alternatif Sebelum Pembelian
Konsumen adalah bagian terpenting dalam target pasar suatu perusahaan. Terutama konsumen yang tergolong konsumtif. Sebelum melakukan pembelian, banyak hal yang harus dilakukan serta dipertimbangkan oleh konsumen tersebut. Misalnya mengidentifikasi produk apa yang akan dibeli, informasi-informasi umum mengenai produk alternatif, tingkat kebutuhan terhadap barang yang akan dibeli dan sebagainya.

ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN
1. Sudut pandang ekonomis, konsumen sebagai orang yang membuat keputusan secara rasional harus mengetahui semua kelemahan dan kekuatan produk atau jasa yang dibelinya serta mempertimbangkan kegunaannya untuk jangka pendek, menengah dan panjang.
2. Sudut pandang kognitif, konsumen merupakan pengelolah informasi yang selalu mencari tahu apa saja tentang produk dan jasa yang dibutuhkan. Pengelola informasi selalu berujung pada pilihan unutk membeli atau menolak produk tersebut.
3. Sudut pandang emosional, konsumen yang memiliki sifat cenderung mengkoleksi atau emmfavoritkan suatu barang atau jasa dan akan melakukan apa pun demi mendapatkannya termasuk dalam golongan ini, sehingga anggapan emotional man itu tidak rasional adalah tidak benar. Tetapi, bila sudah mendapatkan produk yang membuat perasaan mereka lebih baik, maka keputusan yag mereka ambil merupakan keputusan rasional.

TIGA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN KONSUMEN
1. Konsumen individu, Pilihan merk dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen, persepsi atas karakteristik merk dan sikap ke arah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merk dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup dan karakteristik personalia.
2. Pengaruh lingkungan, Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh budaya (norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan), kelas sosial, teman, anggota eluarga dan faktor yang menentukan situasional.
3. Marketing Strategy, Pemasaran yang baik adalah pemasaran yangmempunyai banyak data atau informasi dari konsumen untuk evaluasi dalam proses pengambilan keputsan, sehingga pangsa pasar dapat tepat sasaran.


KRITERIA EVALUASI
Kriteria evaluasi berisi dimensi atau atribut tertentu yang digunakan dalam menilai alternative-alternative pilihan. Kriteria alternative dapat muncul dalam berbagai bentuk misalnya dalam membeli mobil seorang konsumen mungkin mempertimbangkan kriteria keselamatan, kenyamanan, harga, merek, Negara asal(country of origin) dan juga aspekhedonik seperti gengsi, kebahagiaan, kesenangan dan sebagainya.

Beberapa kriteria eveluasi yang umum adalah:
a. Harga
Harga menentukan pemilihan alternatif. Konsumen cenderung akan memiliha harga yang murahuntuk suatu produk yang ia tahu spesifikasinya. Namun jika konsumen tidak bisa mengevaluasi kualitas produk maka harga merupakan indicator kualitas. Oleh karena itu strategi harga hendaknya disesuaikan dengan karakteristik produk.
b. Nama Merek
Merek terbukti menjadi determinan penting dalam pembelian obat. Nampaknya merek merupakan penganti dari mutu dan spesifikasi produk. Ketika konsumen sulit menilai criteria kualitas produk, kepercayaan pada merek lama yang sudah memiliki reputasi baik dapat mengurangi resiko kesalahan dalam pembelian.
c. Negara asal
Negara dimana suatu produk dihasilkan menjadi pertimbangan penting dikalangan konsumen. negara asal sering mencitrakan kualitas produk. Konsumen mungkin sudah tidak meraguakan lagi kualitas produk elektronik dari Jepang. Sementara, untuk jam tangan nampaknya jam tangan buatan Swiss meruapak produk yang handal tak teragukan.
d. Saliensi ( Atribut yang mencolok)
Konsep saliensi mencerminkan ide bahwa kriteria evaluasi kerap berbeda pengaruhnya untuk konsumen yang berbeda dan juga produk yang berbeda. Pada suatu produk mungkin seorang konsumen mempertimbangkan bahwa harga adalah hal yang penting, tetapi tidak untuk produk yang lain. Atribut yang mencolok (salient) yang benar-benar mempengaruhi proses evaluasi disebut sebagai atribut determinan.

Source: http://retnoyuliyanti.wordpress.com/2012/10/13/evaluasi-alternative-sebelum-pembelian/

TUGAS SOFTSKILL: PEMBELIAN

Pembelian menurut Bodnar dan Hopwood (2001:323), yaitu: “Procurement is the business process of selecting a source, ordering, and acquiring goods or services.” Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti: bahwa pengadaan barang adalah proses bisnis dalam memilih sumber daya-sumber daya, pemesanan dan perolehan barang atau jasa.

Brown dkk. (2001:132) mengatakan bahwa secara umum pembelian bisa didefinisikan sebagaipengelolaan masukan ke dalam proses produksi organisasi.

Berikut adalah pendapat Galloway dkk. (2000:31) mengenai fungsi pembelian, yaitu adalah untuk mengadakan material dan part pada kualitas yang tepat dan kuantitas yang tersedia untuk digunakan dalam operasi pada waktu yang tepat dan tempat yang tepat.

Tujuan Pembelian
Tujuan utama proses pembelian menurut Nugroho Widjajanto adalah menyediakan sumber daya yang diperlukan organisasi perusahaan dengan cara yang efisien dan efektif.
Tujuan tersebut dapat dirinci lebih lanjut menjadi sebagai berikut:
a. Melaksanakan pembelian dari rekanan yang handal.
b. Membeli barang dengan kualitas yang baik sesuai dengan yang diinginkan.
c. Memperoleh barang dengan harga yang pantas.
d. Hanya membeli barang yang disetujui (authorized) dan sesuai dengan tujuan perusahaan.
e. Mengelola barang secara sehat sehingga selalu tersedia manakala dibutuhkan perusahaan.
f. Hanya menerima barang yang sudah dipesan , dan harus menerima semua barang yang dipesan.
g. Menerapkan pengendalian barang yang disimpan dan diterima secara sehat untuk menghindari berbagai kemungkinan yang merugikan.

Source: http://sobatbaru.blogspot.com/2010/05/definisi-pembelian.html http://aliafrijal.blogspot.com/2011/01/pembelian.html

Sabtu, 06 Oktober 2012

Konsumen Indonesia Setahun 2,2 juta Kali Berbelanja | Suara Pembaruan

Rabu, 19 September 2012 | 10.10
[JAKARTA ] Perusahaan riset Kantar Worldpanel Indonesia meluncurkan program expert service untuk membantu dunia bisnis Indonesia memahami dinamika pasar dan menjajaki tren pasar dengan lebih baik. Hal ini sangat diperlukan untuk mendukung fokus bisnis dan menyusun strategi pasar yang efektif bagi produsen.

Demikian dikatakan Martin Hanscombe head of Kantar Worldpanel’s Centre of Excellence Regional Asia dalam workshop di Four Seasons Hotel, Jakarta, Selasa (18/9).

Dijelaskan, perilaku konsumsi selalu menjadi subyek yang menarik bagi dunia bisnis. Di Indonesia, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II tahun 2012 adalah yang terbesar kedua di dunia setelah China memiliki batas atau treshold pendapatan per kapita (GDP) USD 3000, dan kini sudah bergerak naik ke USD 3750.


Naiknya GDP yang mencapai angka psikologis USD 3 ribu, melahirkan konsumen kelas menengah. Tidak dapat dipungkiri, saat ini masyarakat kelas menengah adalah konsumen terbesar di Indonesia, hal ini menjadikannya sasaran dari para produsen dan retailer, terutama untuk barang konsumsi harian (FMCG).

Hasil Survei yang dilakukan Kantar World Panel sepanjang tahun 2011 menemukan bahwa produk makanan dan minuman menjadi barang konsumsi harian yang paling banyak dibeli oleh konsumen, yaitu sebesar 81 persen disusul produk Personal Care sebanyak 10,6 persen dan produk Home Care sebanyak 8,4 persen. “Sektor makanan dan minuman ini meliputi antara lain beras (25,4%), mie instan (8,2%), minyak goreng (7,5%) dan gula (6,3%). Sektor lain seperti barang keperluan pribadi dan rumah hanya mendapat porsi sekitar 20% dari kantong masyarakat Indonesia,” ungkap Martin.

Dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta, masyarakat Indonesia merupakan konsumen yang menarik bagi produsen dan retailer, terutama untuk barang konsumsi harian (FMCG).

Masyarakat Indonesia dalam sepekan setidaknya 5 kali mengunjungi tempat pembelanjaaan, seperti minimarket, warung, atau toko. Mereka banyak membeli produk fast moving consumer.

Kalau begini, masyarakat Indonesia sudah menjadi sangat konsumtif. Apalagi ditambah dengan era modernisasi yang sangat maju seperti sekarang ini. Bisakah Indonesia tidak hanya menjadi sekedar konsumen saja? Bisakah juga menjadi produsen yang juga produktif?

Source: http://www.suarapembaruan.com/home/konsumen-indonesia-setahun-22-juta-kali-berbelanja/24794

TUGAS SOFTSKILL - PERILAKU KONSUMEN

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN
Dipostingan sebelumnya, sudah dijelaskan mengenai arti dari Perilaku Konsumen serta Konsumen itu sendiri. Kemudian setelah itu, bagaimanakah para konsumen tersebut memilih barang-barang yang mereka inginkan? Bagaimanakah proses memilih dan mengambil keputusan untuk membeli barang yang diinginkan konsumen? Berikut penjelasannya.

Proses pengambilan keputusan diawali dengan adanya kebutuhan yang berusaha untuk dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan ini terkait dengan beberapa alternatif sehingga perlu dilakukan evaluasi yang bertujuan untuk memperoleh alternatif terbaik dari persepsi konsumen. Di dalam proses membandingkan ini konsumen memerlukan informasi yang jumlah dan tingkat kepentingannya tergantung dari kebutuhan konsumen serta situasi yang dihadapinya.

Keputusan pembelian akan dilakukan dengan menggunakan kaidah menyeimbangkan sisi positif dengan sisi negatif suatu merek (compensatory decision rule) ataupun mencari solusi terbaik dari perspektif konsumen (non-compensatory decision rule), yang setelah konsumsi akan dievaluasi kembali.

Secara umum ada tiga cara/model analisis pengambilan keputusan konsumen, yakni:
1. Economic Models, pengambilan keputusan diambil berdasarkan alas an ekonomis dan bersifat lebih rasional.
2. Psychological models, diambil lebih banyak akrena lasan psikoligs dan sejumlah faktos sosilogis seperti pengaruh keluarga dan budaya
3. Consumer behaviour models, model yang umumnya diambil kebanyakan konsumen, Dilandasi oleh faktos ekonimis rasional dan psikologis.

Seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni:
1. Pengenalan masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.
2. Pencarian informasi (information source). Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).
3. Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
4. Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
5. Evaluasi pasca pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut pada masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen pada masa depan.

Source: http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen http://tazmaniabenz.wordpress.com/2010/05/24/proses-pengambilan-keputusan-konsumen/

Mengenai Perilaku Konsumen Secara Umum

Yang dimaksud konsumen yaitu orang yang memakai atau menggunakan barang/jasa yang tersedia dalam masyarakat baik bagi kepentingan sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuannya untuk menjual kembali, maka dia disebut sebagai pengecer atau distributor.

Sedangkan Perilaku Konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Perilaku Konsumen secara umum dibagi menjadi 2 yaitu Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional dan Irrasional.

Berikut ini beberapa ciri-ciri dari Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional:
1. Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan
2. Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal bagi konsumen
3. Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin
4. Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen
Beberapa ciri-ciri Perilaku Konsumen yang bersifat Irrasional:
1. Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak maupun elektronik
2. Konsumen memiliki barang-barang bermerk atau branded yang sudah dikenal luas
3. Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise



Dari ciri-ciri diatas, sangat mudah membedakan yang mana konsumen yang Rasional dan Irrasional. Perempuan kebanyakan termasuk dari konsumen Irrasional. Nah, termasuk yang manakah Anda?

Source: http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumen