Mendengar kata penipuan sejatinya bukanlah hal baru bagi Anda yang sudah familiar dengan bisnis dunia maya. Sebagai pelaku bisnis online, Anda harus tahu bagaimana mengenali para penipu ulung yang siap merugikan Anda.
Chandra Setiawan, seorang pemilik online shop GudangBajuTidur.co.id yang pernah sekali mengalami penipuan. Meski hanya tertipu sekali, Chandra mengaku dirinya sangat sering menghadapi orang-orang yang bermaksud menipunya.
"Pertama kali tertipu, saya memang dikejar-kejar sama customer itu. Katanya dia buru-buru butuh barangnya. Orang itu memberikan kartu transfer palsu, karena dulu masih belum ada pengalaman ya saya percaya kalau dia sudah transfer. Langsung kita kirim, eh ternyata bukti transfernya fiktif", cerita Chandra.
Lelaki yang pernah bekerja di China ini kemudian berbagi pengalaman untuk menghindari penipuan kepada Merdeka.com. "Untuk menghadapi penipuan, kita memang harus teliti dan hati-hati. Jangan mudah percaya pada customer yang ngakunya sudah transfer dan bahkan punya bukti transferan. Modus seperti ini sudah banyak. Yang kedua, kalau ada customer suka mara-marah, minta barangnya dikirim cepet, Anda juga harus waspada karena pada dasarnya orang yang niat beli di online shop sudah tahu kalau barangnya butuh beberapa waktu untuk datang. Jadi mereka pasti lebih sabar", terang Chandra.
Menurut Chandra, modus penipuan di online shop kini sudah sangat canggih, sehingga sebagai orang yang berkecimpung di dalamnya, Anda mungkin perlu juga berhati-hati. "Banyak mbak modusnya. Kadang ngakunya barang yang sampai ada yang kurang. Kami nggak tanggung jawab, tapi ekspedisi yang mengganti. Nah, kan kasihan itu ekspedisinya. Tapi bagusnya dari situ kami dan ekspedisi akhirnya sama-sama memperbaiki sistem kami", lanjut Chandra.
Dikutip dari merdeka.com - 4 November 2013
Dari berita diatas, ternyata kasus penipuan online tidak hanya terjadi pada customer saja. Tetapi pemilik bisnis online juga menjadi korban dari kasus ini. Ini berarti kita harus selalu hati-hati dalam bertransaksi online, karena bisnis online ini tidak tatap muka langsung melainkan hanya sebatas lewat internet kemudian langsung transfer dan sebagainya. Saya pribadi sampai detik ini belum pernah menjajal belanja online, karena seringnya mendengar berbagai kasus penipuan. Lebih baik belanja dipusat perbelanjaan secara langsung, barang yang diinginkan sudah tersedia dan tinggal dipilih mana yang paling baik. Selain lewat internet, yang juga sering adalah penipuan lewat sms. Untuk kasus penipuan lewat sms, saya pernah menjadi korban dengan uang senilai Rp 250.000,- melayang. Oleh karena itu, dengan adanya kasus-kasus ini diharapkan kita semua dapat mengambil hikmah dan pelajarannya untuk tidak begitu saja percaya dengan yang namanya transaksi tidak tatap muka atau online ini. Karena pihak yang berwajib pun terkadang lepas tangan untuk kasus ini dengan alasan salah kita sendiri yang tidak hati-hati. Kita memang perlu bersikap hati-hati dalam segala sesuatunya dikehidupan ini.
Sumber berita:
http://www.merdeka.com/gaya/awas-kasus-penipuan-marak-terjadi-di-online-shop.html
Sabtu, 07 Desember 2013
Kasus 2 Bisnis yang Tidak Beretika
Kasus 2:
Ada saja tangan-tangan tidak bertanggung jawab dalam suatu bisnis. Kali ini yang ditemukan adalah sebuah kasus bengkel yang bisa dikatakan jahil. Mungkin sudah banyak kasus yang ditemukan terkait bengkel yang tidak bertanggung jawab seperti misalnya mengganti suku cadang kendaraan yang sebenarnya baik-baik saja dengan suku cadang palsu yang harganya jauh lebih murah, atau juga kasus mobil yang malah jadi lebih rusak sehabis ‘menginap’ disebuah bengkel. Bukannya jadi lebih benar, malah tambah parah kerusakannya. Seringkali konsumen dirugikan karena sehabis mobil nginap di bengkel malah kerusakan bertambah, dan aneh-aneh penyakitnya. Hal ini akan membuat kita untuk merogoh kocek yang lumayan besar untuk biaya kerusakan. Pihak bengkel pun tak ingin tahu, otomatis biaya kerusakan kita yang tanggung. Perilaku ini acap kali terjadi di setiap bengkel mobil di manapun. Dan untuk menghindari kejadian ini tentu diperlukan ketelitian pemilik mobil dalam memilih bengkel. Atau ada pula kasus mencuci mobil dibengkel dengan iming-imingan biaya yang murah, kemudian biaya yang dikeluarkan konsumen malah mencapai 10x lipat dari biaya yang dipasang diiklan.
Tanggapan:
Kasus-kasus bengkel seperti ini sudah keterlaluan. Apalagi saat ini kendaraan bermotor di Jakarta pada khususnya jumlahnya sudah tidak masuk akal. Dengan semakin banyaknya kendaraan motor di Indonesia, pihak-pihak bengkel yang berbisnis tidak benar ini tentu akan meraup untung yang luar biasa. Menurut saya hal ini harus ditindak lanjuti, apalagi tidak semua orang yang berkendaraan paham betul dengan otomotif, hal ini akan lebih memberikan peluang bagi pelaku-pelaku bisnis bengkel tersebut. Semoga masih ada bisnis yang jujur di negeri ini, agar semua nyaman dan aman.
Sumber:
http://www.kaskus.co.id/thread/508d6a081cd7195236000004
http://oto.detik.com/read/2012/04/12/131328/1890833/1213/3-tips-agar-tidak-dikadali-bengkel-nakal
Ada saja tangan-tangan tidak bertanggung jawab dalam suatu bisnis. Kali ini yang ditemukan adalah sebuah kasus bengkel yang bisa dikatakan jahil. Mungkin sudah banyak kasus yang ditemukan terkait bengkel yang tidak bertanggung jawab seperti misalnya mengganti suku cadang kendaraan yang sebenarnya baik-baik saja dengan suku cadang palsu yang harganya jauh lebih murah, atau juga kasus mobil yang malah jadi lebih rusak sehabis ‘menginap’ disebuah bengkel. Bukannya jadi lebih benar, malah tambah parah kerusakannya. Seringkali konsumen dirugikan karena sehabis mobil nginap di bengkel malah kerusakan bertambah, dan aneh-aneh penyakitnya. Hal ini akan membuat kita untuk merogoh kocek yang lumayan besar untuk biaya kerusakan. Pihak bengkel pun tak ingin tahu, otomatis biaya kerusakan kita yang tanggung. Perilaku ini acap kali terjadi di setiap bengkel mobil di manapun. Dan untuk menghindari kejadian ini tentu diperlukan ketelitian pemilik mobil dalam memilih bengkel. Atau ada pula kasus mencuci mobil dibengkel dengan iming-imingan biaya yang murah, kemudian biaya yang dikeluarkan konsumen malah mencapai 10x lipat dari biaya yang dipasang diiklan.
Tanggapan:
Kasus-kasus bengkel seperti ini sudah keterlaluan. Apalagi saat ini kendaraan bermotor di Jakarta pada khususnya jumlahnya sudah tidak masuk akal. Dengan semakin banyaknya kendaraan motor di Indonesia, pihak-pihak bengkel yang berbisnis tidak benar ini tentu akan meraup untung yang luar biasa. Menurut saya hal ini harus ditindak lanjuti, apalagi tidak semua orang yang berkendaraan paham betul dengan otomotif, hal ini akan lebih memberikan peluang bagi pelaku-pelaku bisnis bengkel tersebut. Semoga masih ada bisnis yang jujur di negeri ini, agar semua nyaman dan aman.
Sumber:
http://www.kaskus.co.id/thread/508d6a081cd7195236000004
http://oto.detik.com/read/2012/04/12/131328/1890833/1213/3-tips-agar-tidak-dikadali-bengkel-nakal
Kasus 1 Bisnis yang Tidak Beretika
Kasus 1:
Menjelang natal dan hari Raya lain pada umumnya, mal-mal semakin berbenah diri untuk menyambut 'tamu-tamu' di hari istimewa tersebut. Tamu-tamu yang dimaksud adalah masyarakat yang merayakan hari Raya tersebut. Semua berbondong-bondong memasuki pusat-pusat perbelanjaan yang biasanya juga mengadakan promo khusus. Selain toko baju, yang juga ramai dikunjungi adalah supermarket. Mengapa supermarket? Karena selain mereka akan membeli jamuan khusus untuk para tamunya, mereka juga biasanya membeli parsel untuk dikirim ke sanak keluarga dan kerabat terdekat. Nah bisnis parsel disini memang terhitung bisnis musiman karena hanya ramai pada saat tertentu saja, khususnya hari Raya. Pemilik bisnis ini tahu betul bagaimana memanfaatkan hal ini. Selain dibuat semakin menarik dan variatif, harga juga merupakan tolak ukur yang patut diperhitungkan para pemilik bisnis parsel. Nah, dari segi harga ini terkadang timbulah masalah. Seperti yang kita ketahui terdapat berbagai jenis parsel, namun yang sering menimbulkan kasus biasanya adalah parsel berisikan produk-produk makanan. Mengapa demikian? Karena biasanya setiap tahun ada saja ditemukan kasus-kasus parsel berisikan produk makanan yang sudah kadaluwarsa. Ini tentu merupakan hal yang teramat merugikan bagi konsumen (dalam hal ini pembeli parsel) dan juga merupakan hal yang salah dalam memanfaatkan bisnis musiman. Setiap tahun, ada saja ditemukan produk-produk dalam parsel makanan yang kadaluwarsa.
Tanggapan:
Menurut saya, kasus ini sudah kelewatan karena hampir setiap tahun terjadi. Ini seperti jatuh berkali-kali ke lubang yang sama. Padahal biasanya juga dari pihak BPOM selalu menyidak setiap bisnis-bisnis yang terkait dengan produk ataupun bahan-bahan makanan. Apalagi menjelang Hari Raya. Hal seperti ini ada baiknya pihak-pihak yang berwajib lebih menindak lanjuti pengusaha-pengusaha yang tidak bertanggung jawab. Dan juga memberikan hukuman sepadan atas apa yang telah dilakukannya, karena telah merugikan banyak pihak. Agar kasus-kasus serupa tidak terjadi lagi dan membuat pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut agar jera.
Menjelang natal dan hari Raya lain pada umumnya, mal-mal semakin berbenah diri untuk menyambut 'tamu-tamu' di hari istimewa tersebut. Tamu-tamu yang dimaksud adalah masyarakat yang merayakan hari Raya tersebut. Semua berbondong-bondong memasuki pusat-pusat perbelanjaan yang biasanya juga mengadakan promo khusus. Selain toko baju, yang juga ramai dikunjungi adalah supermarket. Mengapa supermarket? Karena selain mereka akan membeli jamuan khusus untuk para tamunya, mereka juga biasanya membeli parsel untuk dikirim ke sanak keluarga dan kerabat terdekat. Nah bisnis parsel disini memang terhitung bisnis musiman karena hanya ramai pada saat tertentu saja, khususnya hari Raya. Pemilik bisnis ini tahu betul bagaimana memanfaatkan hal ini. Selain dibuat semakin menarik dan variatif, harga juga merupakan tolak ukur yang patut diperhitungkan para pemilik bisnis parsel. Nah, dari segi harga ini terkadang timbulah masalah. Seperti yang kita ketahui terdapat berbagai jenis parsel, namun yang sering menimbulkan kasus biasanya adalah parsel berisikan produk-produk makanan. Mengapa demikian? Karena biasanya setiap tahun ada saja ditemukan kasus-kasus parsel berisikan produk makanan yang sudah kadaluwarsa. Ini tentu merupakan hal yang teramat merugikan bagi konsumen (dalam hal ini pembeli parsel) dan juga merupakan hal yang salah dalam memanfaatkan bisnis musiman. Setiap tahun, ada saja ditemukan produk-produk dalam parsel makanan yang kadaluwarsa.
Tanggapan:
Menurut saya, kasus ini sudah kelewatan karena hampir setiap tahun terjadi. Ini seperti jatuh berkali-kali ke lubang yang sama. Padahal biasanya juga dari pihak BPOM selalu menyidak setiap bisnis-bisnis yang terkait dengan produk ataupun bahan-bahan makanan. Apalagi menjelang Hari Raya. Hal seperti ini ada baiknya pihak-pihak yang berwajib lebih menindak lanjuti pengusaha-pengusaha yang tidak bertanggung jawab. Dan juga memberikan hukuman sepadan atas apa yang telah dilakukannya, karena telah merugikan banyak pihak. Agar kasus-kasus serupa tidak terjadi lagi dan membuat pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut agar jera.
Selasa, 08 Oktober 2013
Etika dalam Berbisnis
Etika bisnis adalah salah satu ilmu dan juga sikap bagi para pekerja dalam berbisnis. Ketika berbisnis kita tidak hanya berinteraksi dengan teman-teman dikantor saja. Sudah barang tentu ada orang-orang lain yang merupakan klien atau mitra bisnis kita. Disini perlu diperhatikan etika dan sikap sebagai pebisnis profesional yang selain sudah mahir berinteraksi juga harus beretika dalam berbisnis. Jangan sampai karena salah bersikap, klien atau mitra bisnis kita jadi berpikir dua kali atau malah langsung membatalkan proyek-proyek bisnisnya dengan kita.
Photo: thinkstock.com
Barbara Pachter, penulis buku 'The Essentials Of Business Etiquette' menulis tentang sejumlah kemampuan khusus yang perlu dipahami para profesional sebelum terjun ke dalam situasi bisnis tertentu. Dia membahasnya secara terperinci mulai dari bagaimana seseorang sebaiknya mengenalkan diri. Dari bukunya, berikut enam etika bisnis yang harus dipahami dan dilakukan para profesional:
1. Sebutkan nama lengkap Anda
Dalam situasi bisnis, Anda sebaiknya menyebutkan nama lengkap Anda saat berkenalan. Namun jika nama Anda terlalu panjang atau sulit diucapkan, Anda lebih baik sedikit menyingkatnya.
2. Berdirilah saat memperkenalkan diri
Berdiri saat mengenalkan diri Anda akan menegaskan kehadiran Anda. Jika kondisinya tidak memungkinkan Anda untuk berdiri, setidaknya mundurkan kursi, dan sedikit membungkuk agar orang lain menilai positif kesopanan Anda.
3. Ucapkan Terima Kasih secukupnya
Dalam percakapan bisnis dengan siapapun, bos atau mitra perusahaan, Anda hanya perlu mengucapkan terima kasih satu atau dua kali. Jika Anda mengatakannya berlebihan, orang lain akan memandang Anda sangat memerlukannya dan sangat perlu bantuan.
4. Sebarkan ucapan terima kasih lewat email setelah pertemuan bisnis
Setelah Anda menyelesaikan pertemuan bisnis, kirimkan ucapan terima kasih secara terpisah ke email pribadi rekan bisnis Anda. Pengiriman lewat email sangat disarankan, mengingat waktu tibanya akan lebih cepat.
5. Jangan duduk sambil menyilang kaki
Tak hanya wanita, para pria pun senang menyilangkan kakinya saat duduk. Namun untuk kondisi kerja, posisi duduk seperti ini cenderung tidak sopan. Selain itu, posisi duduk seperti ini juga bisa berpengaruh negatif pada kesehatan Anda.
6. Tuan rumah yang harus membayar
Jika Anda mengundang rekan bisnis Anda untuk makan di luar, maka Anda yang harus membayar tagihan. Lalu bagaimana jika Anda seorang perempuan, sementara rekan bisnis atau klien Anda, laki-laki, dan ingin membayar? Anda tetap harus menolaknya. Anda bisa mengatakan, perusahaan yang membayarnya dan itu bukan uang pribadi Anda.
Sumber:
http://bisnis.liputan6.com/read/655741/6-etika-bisnis-yang-harus-diketahui-profesional
Photo: thinkstock.com
Barbara Pachter, penulis buku 'The Essentials Of Business Etiquette' menulis tentang sejumlah kemampuan khusus yang perlu dipahami para profesional sebelum terjun ke dalam situasi bisnis tertentu. Dia membahasnya secara terperinci mulai dari bagaimana seseorang sebaiknya mengenalkan diri. Dari bukunya, berikut enam etika bisnis yang harus dipahami dan dilakukan para profesional:
1. Sebutkan nama lengkap Anda
Dalam situasi bisnis, Anda sebaiknya menyebutkan nama lengkap Anda saat berkenalan. Namun jika nama Anda terlalu panjang atau sulit diucapkan, Anda lebih baik sedikit menyingkatnya.
2. Berdirilah saat memperkenalkan diri
Berdiri saat mengenalkan diri Anda akan menegaskan kehadiran Anda. Jika kondisinya tidak memungkinkan Anda untuk berdiri, setidaknya mundurkan kursi, dan sedikit membungkuk agar orang lain menilai positif kesopanan Anda.
3. Ucapkan Terima Kasih secukupnya
Dalam percakapan bisnis dengan siapapun, bos atau mitra perusahaan, Anda hanya perlu mengucapkan terima kasih satu atau dua kali. Jika Anda mengatakannya berlebihan, orang lain akan memandang Anda sangat memerlukannya dan sangat perlu bantuan.
4. Sebarkan ucapan terima kasih lewat email setelah pertemuan bisnis
Setelah Anda menyelesaikan pertemuan bisnis, kirimkan ucapan terima kasih secara terpisah ke email pribadi rekan bisnis Anda. Pengiriman lewat email sangat disarankan, mengingat waktu tibanya akan lebih cepat.
5. Jangan duduk sambil menyilang kaki
Tak hanya wanita, para pria pun senang menyilangkan kakinya saat duduk. Namun untuk kondisi kerja, posisi duduk seperti ini cenderung tidak sopan. Selain itu, posisi duduk seperti ini juga bisa berpengaruh negatif pada kesehatan Anda.
6. Tuan rumah yang harus membayar
Jika Anda mengundang rekan bisnis Anda untuk makan di luar, maka Anda yang harus membayar tagihan. Lalu bagaimana jika Anda seorang perempuan, sementara rekan bisnis atau klien Anda, laki-laki, dan ingin membayar? Anda tetap harus menolaknya. Anda bisa mengatakan, perusahaan yang membayarnya dan itu bukan uang pribadi Anda.
Sumber:
http://bisnis.liputan6.com/read/655741/6-etika-bisnis-yang-harus-diketahui-profesional
TEORI ETIKA BISNIS
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat. Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional. Tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
∙Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
∙Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
∙Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_bisnis
http://adesyams.blogspot.com/2009/09/tentang-etika-bisnis.html
http://handyleonardoetikabisnis.blogspot.com/2012/09/pengertian-etika-etika-bisnis-dan.html
Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional. Tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
∙Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
∙Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
∙Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_bisnis
http://adesyams.blogspot.com/2009/09/tentang-etika-bisnis.html
http://handyleonardoetikabisnis.blogspot.com/2012/09/pengertian-etika-etika-bisnis-dan.html
Langganan:
Postingan (Atom)
